Di balik gemerlapnya industri kuliner di Indonesia, terdapat banyak cerita inspiratif dari para pelaku usaha yang berhasil membangun bisnis mereka dari bawah. Salah satunya adalah Nanda Fitriani, seorang pengusaha muda asal Kota Sukabumi, Jawa Barat yang berhasil membuktikan bahwa dengan tekad dan kreativitas, mimpi besar dapat tercapai. Melalui bisnis kue kekinian yang dirintisnya, Nanda telah menjadi simbol kesuksesan bagi banyak anak muda di kota kelahirannya.
Lahir dan besar di Sukabumi, Nanda Fitriani bukan berasal dari keluarga yang berkecukupan. Sejak duduk di bangku SMA, ia sudah terbiasa membantu ibunda berjualan kue basah di pasar tradisional. Dari pengalaman tersebut, ia belajar bahwa dunia usaha tidak selalu mudah, namun sangat mungkin ditekuni bagi siapa pun yang mau berusaha keras.
Setelah lulus kuliah jurusan Ekonomi di salah satu universitas swasta di Sukabumi, Nanda sempat bekerja sebagai staf administrasi di sebuah perusahaan. Namun, ia merasa rutinitas kantoran bukanlah passion-nya. Melihat perkembangan tren kuliner, khususnya kue kekinian yang sedang naik daun, Nanda mulai berpikir untuk mencoba berwirausaha secara mandiri.
Kisah sukses Nanda dimulai dari gemar mencoba berbagai resep baru bersama ibunya. Pada tahun 2018, ia memperhatikan bahwa minat masyarakat terhadap kue kekinian seperti bolu kering, brownies, dan kue-kue dengan topping unik semakin tinggi, terutama di kalangan anak muda dan keluarga muda. Ia pun mulai bereksperimen dan mengembangkan resep khas yang berbeda dari produk lain di pasaran.
Salah satu inovasinya adalah "Bolu Sukabumi Lumer" yakni bolu dengan isian leleh cokelat, keju, atau matcha di bagian dalamnya, yang saat itu belum banyak dijual di Sukabumi. Nanda juga memperhatikan pentingnya tampilan kue yang menarik untuk dipotret dan diunggah di media sosial.
Dengan modal tabungan sejumlah dua juta rupiah, Nanda memulai usahanya dari dapur rumah orang tua. Ia memproduksi kue dalam jumlah terbatas dan memanfaatkan platform media sosial seperti Instagram dan WhatsApp untuk mengenalkan produknya. Foto-foto kue yang menggugah selera serta promo harga peluncuran pertama berhasil menarik banyak perhatian.
Tidak butuh waktu lama, pesanan mulai berdatangan. Sebagian besar pelanggan awal berasal dari kalangan teman-teman, tetangga, hingga kenalan orang tua di pasar. Setiap pekan, jumlah pesanan terus meningkat.
Seiring bertambahnya order, Nanda mengalami kesulitan memenuhi permintaan pelanggan sendirian. Ia akhirnya merekrut dua orang tetangga sebagai staf produksi dan pengantaran. Selain itu, Nanda juga aktif mencari informasi mengenai pelatihan UMKM yang diselenggarakan pemerintah Kota Sukabumi.
Dalam perjalanannya, Nanda tidak luput dari tantangan. Ia harus berkompetisi dengan pelaku usaha lain yang juga menjual produk serupa, serta menghadapi fluktuasi harga bahan baku seperti telur dan mentega. Namun, Nanda percaya bahwa menjaga kualitas rasa dan pelayanan pelanggan adalah kunci utama agar usahanya bisa bertahan dan berkembang.
Dalam waktu tiga tahun, Nanda berhasil membuka dua gerai offline di pusat Kota Sukabumi dan area sekitar perumahan. Setiap harinya, ia mampu memproduksi ratusan box kue dengan omset puluhan juta rupiah per bulan.
Keberhasilan ini membuat Nanda sering diundang menjadi narasumber di berbagai kegiatan UMKM serta pelatihan wirausaha. Ia kerap membagikan kisah perjalanan bisnisnya untuk menginspirasi generasi muda agar berani mencoba berbisnis.
Produk kue kekinian Nanda Fitriani kini tidak hanya dikenal di Sukabumi, tetapi juga telah merambah ke area lain seperti Cianjur, Bogor, serta mendapat pesanan dari luar kota melalui sistem pre-order.
Dalam berbagai kesempatan, Nanda sering menyampaikan beberapa pesan penting bagi para calon pelaku usaha muda, khususnya di bidang kuliner:
Kisah sukses Nanda Fitriani menjadi bukti nyata bahwa kesempatan usaha di daerah tidak kalah menjanjikan dibanding di kota besar. Dengan memanfaatkan potensi lokal dan kearifan budaya setempat, seperti penggunaan bahan baku dari petani dan produsen Sukabumi, usahanya juga turut memberdayakan masyarakat sekitar.
Melalui kerja keras, inovasi, dan semangat berbagi, Nanda Fitriani telah menunjukkan bahwa mimpi membangun usaha kue kekinian yang sukses di Sukabumi tidak hanya sekedar angan-angan. Cerita ini menjadi motivasi bagi banyak anak muda di Jawa Barat untuk terus berkarya dan mengembangkan potensi diri.
Perjalanan Nanda Fitriani dari hanya membantu ibunya di dapur hingga menjadi salah satu pengusaha muda sukses di bidang kue kekinian adalah kisah perjuangan, semangat pantang menyerah, dan pentingnya inovasi. Usaha kue kekinian di Kota Sukabumi membuktikan bahwa potensi bisnis di daerah sangat besar jika digarap dengan serius.
Kisah ini akan terus menjadi inspirasi bagi siapa saja yang bermimpi membangun bisnis sendiri dan berkontribusi langsung pada perkembangan ekonomi lokal.